Karena Kita Cinta Rupiah

Tiada orang yang tak suka
Pada yang bernama rupiah
Semua orang mencarinya
Di mana rupiah berada

Walaupun harus nyawa
sebagai taruhannya
Banyak orang yang rela
cuma karena rupiah

Penggalan lirik lagu Rhoma Irama yang berjudul rupiah di atas menegaskan besarnya pengaruh uang dalam kehidupan kita. Siapa sih yang tidak suka, tidak cinta pada rupiah? Kamu gimana? Kalau jawabannya Nggak, mustahil!

gambar 1

Karena itu mungkin keliatan aneh jadinya mendengar Gerakan Cinta Rupiah yang didengungkan oleh Bank Indonesia. Buat apa? Tidak dikampanyekan pun pastinya semua orang sudah cinta kok.

Tapi ternyata memang banyak hal yang mungkin belum kita laksanakan betul-betul jika kita memang cinta pada rupiah. Cinta kita pada rupiah yang paling utama karena tentunya rupiah adalah satu-satunya mata uang resmi yang berlaku di Negara kita Indonesia.

Kata satu-satunya sengaja saya cetak tebal karena menurut kitab sutasoma..(Eits salah hehe..). Menurut peraturan Bank Indonesia nomor 17/3/PBI/2015 rupiah merupakan satu-satunya mata uang yang wajib digunakan dalam setiap transaksi di seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu ancaman orang atau korporasi yang menggunakan mata uang selain rupiah tidak main-main. Bisa dipidana 1 tahun penjara! Waduh, serius juga yaa.

Aturan tersebut menurut saya wajar saja. Sebab sebagai negara yang berdaulat maka sudah sewajarnya kita bangga menggunakaan mata uang kita sendiri. Dengan menggunakan mata uang sendiri dalam setiap transaksi yang kita lakukan maka kestabilan nilai tukar mata uang kita secara tidak langsung akan semakin kuat. Otomatis itu akan memperkuat juga perekonomian negara kita.

Kita tentu masih ingat krisis yang terjadi pada tahun 1998 di Negara kita, dimulai dari ketidakstabilan dan melemahnya daya tukar mata uang rupiah kita terhadap dollar. Wah, jangan sampai deh terjadi lagi. Maka sebelum itu terjadi memang gerakan cinta rupiah harus sudah mengakar pada masyarakat kita.

Mencintai rupiah berarti kita juga mencintai negara kita sendiri. Kalau kita perhatikan gambar-gambar yang tertera pada mata uang kita secara tidak langsung mendorong kita untuk mencintai negeri kita sendiri. Mencintai keindahan negeri kita. Mencintai kebudayaan negeri kita. Menumbuhkan patriotisme. Kok bisa?

Coba saja perhatikan gambar-gambar pada mata uang kita. Kalau bukan para pahlawan atau para founding fathers negara kita biasanya gambar-gambar yang tertera adalah kesenian atau kebudayaan daerah-daerah atau keindahan alam yang khas di Indonesia.

Tentu saja itu akan semakin dikenal di masyarakat. Jadi mulai sekarang coba deh mulai peduli terhadap gambar-gambar di mata uang kita. Jangan sampai kita hanya tahu nilai mata uangnya saja tapi tidak hafal makna yang terkandung di dalamnya.

Dengan mengenal para pahlawan yang tertera di mata uang rupiah kita bisa mengenang kembali nilai perjuangan mereka untuk negara Indonesia. Dulu dimulai dari semangat kedaerahan sampai menjadi gerakan nasional para pahlawan berjuang melawan penjajahan dan merajut semangat persatuan. Sekarang, dari Sabang sampai Merauke, di kota maupun di desa, di pulau-pulau terpencil, di daerah-daerah perbatasan semua menggunakan mata uang yang sama: Rupiah. Maka rupiah juga menjadi simbol pemersatu kita sebagai warga negara Indonesia.

Mencintai fisik rupiah

Mencintai rupiah berarti kita harus mengenal dengan baik keaslian rupiah kita. Ada orang yang melakukan tindakan kriminal dengan memalsukan uang rupiah. Kalau tidak teliti bisa-bisa kita bertransaksi menggunakan uang palsu. Maka harus hafal betul membedakan uang palsu dan asli. Caranya dengan mengenali alat pengaman pada rupiah seperti tanda air (water mark) dan benang pengaman. Dengan 3D kita bisa memastikan keaslian rupiah. Dilihat, diraba, diterawang.

Mencintai rupiah bisa dilakukan dengan menjaga uang kita dari berbagai kerusakan. Beberapa aturan jangan (don’t) harus kita lakukan. Pertama, jangan dicoret. Kalau mau menuliskan nomor telepon jangan ditulis di uang kertas dong he..he.. Menulisi uang ertas membuat kotor dan merusak keaslian rupiah. Seindah apapun tulisan kita, jangan menulis di uang kertas. rupiah bukan kertas biasa yang seenaknya ditulisi.

gambar 4 Kedua, jangan di stapler. Dengan distapler uang kita menjadi bolong. Lama-kelamaan bolong ini bisa bertambah besar sehingga merusak uang rupiah kita. Ketiga jangan diremas. Uang kita jadi lecek kumal dan kusam. Kadang-kadang warnanya pun pudar karena goresan bekas remasan.

Keempat, jangan dibasahi. Ya ggak mungkin dong, masa dibasahi sih? Artinya kita harus menjaga uang kita agar jangan kena air. Caranya dengan menyimpan dengan benar. di dompet yang kedap air, dalam tas yang bagus jangan sembarangan menaruh uang di tempat yang lembab. Dulu orang menyimpan di bawah kasur. Eh, karena kelamaan uang yang disimpan bisa rusak. Sekarang kalau mau niat menabung simpanlah di bank. Selain aman, dapat keuntungan, fisik uang tak akan rusak.

Dan kelima, jangan dilipat. Uang yang kita terima sebaiknya disimpan yang rapi di dalam dompet dalam kedaan tidak dilipat. Sehingga uang rupiah kita selalu rapi dan bagus.

Dengan mencintai rupiah kita yakin Indonesia semakin jaya. Selamat mencintai rupiah!

Iklan

Agar Langit Kita Tetap Biru

Bayangkanlah kita berada di ketinggian sebuah gunung dengan pemandangan terhampar di bawahnya. Tak ada awan hitam yang menghalangi. Hanya hamparan langit yang bersih terbebaskan dari polusi.
Sumber: delaesiana.wordpress.com
Atau bayangkanlah kita berada di sebuah pulau terpencil yang jauh dari kerumunan manusia. Hanya angin semilir menemani. Sementara pemandangan langit biru di atas hamparan pasir putih di pantai.
gambar 2

Bedakanlah keadaannya dengan warna langit kota yang penuh dengan pabrik-pabrik atau asap kendaraan. Tentu saja sangat jauh berbeda. Kemajuan manusia di berbagai bidang kehidupan diantaranya industri dan transportasi telah mengubah ‘wajah’ langit kita. Langit menjadi penuh dengan polusi. Warna langit tak lagi biru. Warna langit menjadi kusam mencirikan kealamian udara yang kian berkurang.

Lantas apakah harus kita hentikan semua kemajuan yang telah dicapai manusia ini? Apakah kita akan berjalan mundur ke belakang dan mencampakkan semua kemajuan-kemajuan yang telah kita dapatkan. Rasanya tidaklah mungkin. Jalan yang paling masuk akal adalah kita harus mengupayakan kemajuan-kemajuan teknologi yang lebih ramah lingkungan terutama terhadap kualitas udara kita. Dengan upaya yang lebih serius dan lebih terarah kita yakin kemajuan-kemajuan yang diperoleh oleh manusia tidak akan menghancurkan kealamian yang rasanya semakin mahal harganya.

Dalam kaitan itu maka proyek besar yang digagas oleh Pertamina yaitu proyek langit biru Cilacap (PLBC) tidaklah bisa dianggap enteng. Ini adalah proyek yang bukan saja membutuhkan komitmen yang sangat tinggi akan nilai-nilai penghargaan terhadap kelestarian lingkungan alam tetapi juga komitmen akan pentingnya menjaga kualitas hidup manusia terutama kualitas udaranya.

Pertamina adalah perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru, dan terbarukan dengan pengalaman lebih dari 56 tahun. Dengan visi: Menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia, maka wajar pertamina memiliki ambisi yang serius dalam mengejawantahkan tata nilai perusahaan yaitu bersih, kompetitif, percaya diri, fokus pada pelanggan, komersial dan berkemampuan.
gambar 3

Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC)
Proyek Langit Biru Cilacap, (PLBC) atau Cilacap Blue Sky Project, merupakan salah satu proyek Pertamina dalam rangka peningkatan spesifikasi dari Premium (RGON 88) ke Pertamax (RGON 92). Proyek ini adalah kelanjutan dari Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang telah tuntas dan beroperasi sejak Oktober 2015.

Pada minggu ke-18 pelaksana proyek telah mengerjakan pembersihan lahan dari scraft, mengecek kondisi tanah dari bahan-bahan yang sudah tertanam sebelumnya, pemadatan tanah serta penebangan pohon disekitar area pembangunan PLBC. Pohon yang ditebang tersebut didata jumlahnya dengan tujuan untuk dilakukan penanaman pohon kembali sesuai jumlah pohon yang ditebang. Dan batang pohon yang ditebang disumbangkan di komunitas ataupun masyarakat yang tinggal di sekitar kilang. Hal ini merupakan komitmen Pertamina terhadap kepedulian dan kelestarian lingkungan.
gambar 4

Pada tahun 2016 program revitalisasi dan modernisasi kilang existing melalui proyek Langit Biru Cilacap ini telah berjalan optimal dengan mencapai progress 9,66 persen dari rencana progess sebesar 8,52 persen. Proyek yang dimulai tahun 2015 ini ditargetkan rampung pada tahun 2018.

Apa arti penting proyek langit biru cilacap ini? Seperti telah disebutkan tujuan proyek ini meningkatkan kualitas BBM dari premium ke Pertamax. Pertamax jelas memiliki kualifikasi berbeda dengan premium. Yang paling utama yaitu perbedaan bilangan oktan atau Research Octan Number (RON). RON adalah angka yang menunjukkan kekuatan tekanan atau kompresi BBM terhadap mesin. Semakin tinggi kadar oktan sebuah jenis BBM, efeknya terhadap kinerja mesin semakin baik. Pertamax yang memiliki kadar oktan lebih tinggi dari premium dapat lebih meminimalkan residu atau kotoran sisa pembakaran pada mesin dibandingkan dengan premium.

Dapat disederhanakan tujuan PLBC adalah menghasilkan bahan bakar yanrg lebih berkualitas sekaligus ramah lingkungan. Dengan demikian kita berharap kualitas udara kita semakin terjaga.

Optimisme Generasi Langit Biru
Generasi Langit Biru merupakan penyematan Pertamina untuk menunjuk pada generasi millenial yang lebih mementingkan kualitas hidup untuk masa depan yang lebih baik. Pertamina percaya bahwa generasi millenial inilah yang akan menerima tantangan zaman kekinian. Generasi yang peduli terhadap isu-isu kekinian yang berkaitan dengan lingkungan hidup, kelestarian alam, dan upaya-upaya penanggulangan kerusakan alam.

Rasanya tepat apa yang menjadi konsen Pertamina untuk mendorong generasi muda lebih peduli pada lingkungan. Perhatikan saja gaya hidup anak muda sekarang yang simpel, tak terikat aturan, tetapi menyukai keramahtamahan alam. Buktinya tak perlu jauh. Gaya hidup pelesir ke tempat-tempat wisata alam kini semakin meningkat.

Artinya generasi millennial ini merindukan kealamian, keasrian, dan keindahan. Merindukan alam yang terbebas dari berbagai polusi. Maka penting untuk menjaga semangat ini dengan mengejawantahkannnya menjadi kegiatan-kegiatan yang nyata pada generasi millennial dalam menjaga keasrian alam. Dalam konteks ini program-program CSR Pertamina yang menyentuh generasi muda dan kepedulian pada lingkungan sangat relevan.

Program Pertamina Cerdas, misalnya, mampu menunjukkan bahwa generasi muda mampu berkiprah untuk berkontribusi terhadap lingkungan. Terbukti beberapa produk alternatif yang dikompetisikan pada ajang ini mampu menjadi solusi untuk permasalahan lingkungan di beberapa daerah seperti proyek isolat bakteri pendegradasi minyak oli (HSFO) di perairan laut Lampia, Kabupaten Luwu Timur, pembuatan BIPANG (Bioetanol Padat Pati Janeng) sebagai bahan bakar terbarukan di Aceh, dan sebagainya.

Sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap lingkungan hidup dan pelestarian alam, Pertamina pun melaksanakan program CSR bidang lingkungan. Program-program yang telah dilaksanakan antara lain seperti Green Planet, Costal Clean Up, Green and Clean, Green Festival, Biopori,Uji Emisi Gas Buang, Pertamina Green Act, Kerajinan Eceng Gondok Rehabilitasi, dan Hutan Mangrove.
gambar 5

Pada akhirnya kita percaya generasi millenial ini tak pernah kekurangan akal untuk terus memperbaiki kualitas hidupnya di era teknologi ini sambil tetap menyelaraskan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan seperti apa yang telah dilakukan oleh Pertamina.*

Sumber bacaan:
http://www.pertamina.com
https://finance.detik.com
https://bisnis.tempo.co
Sumber gambar:
Google Images