Arsip

Posts Tagged ‘softskill’

AKAN, LUPA, dan NANTI DEH

4 Juni 2009 Tinggalkan Komentar

Ini mungkin penyakit akut yang menimpa manusia. Dari jaman dulu sampai jaman modern. Dari jaman batu sampai jaman facebook. Penyakit akan, lupa, dan nanti deh (supaya keren kita singkat aja dengan virus AL1N1)

Penyakit akan biasanya ditimbulkan oleh virus bernama kalau. Biasanya akan muncul karena kalau. Contohnya banyak. Dari mulai yang sederhana sampai ke yang kompleks. Yang sudah terkena penyakit ini gejala-gejalanya suka telatan dalam mengambil tindakan. Pikirnya ia akan bertindak kalau ada prakondisi yang memungkinkannya bertindak. Prakondisi ini sebenarnya wajar seandainya masih realistis. Tapi kenyataannya pengidap virus akan ini sebenarnya hanya penutup luar dari parahnya penyakit ini.

Saya akan lebih menepati jadwal kerja kalau saja saya punya motor.
Saya akan bekerja lebih giat kalau suasana di tempat saya nyaman.
Saya akan rajin menulis kalau saja saya punya komputer.
Saya akan bahagia kalau saya punya uang banyak.

Senarai ini akan terus bertambah kalau dilanjutkan. Menurut logika pernyataan itu mungkin dapat bernilai benar. Jadi ingkaran dari pernyataan di atas dapat saja seperti ini. Saya tidak punya motor jadi tidak dapat menepati jadwal. Saya belum bahagia karena belum mempunyai banyak uang, dan seterusnya. Dari segi logika nampak tidak ada yang salah dengan pernyataan-pernyataan ini. Karena itulah mungkin yang menyebabkan penyakit kalau ini agak sulit diberantas.

Penyakit lupa

Lupa merupakan gejala alamiah manusia. Ia kadang menjadi mekanisme pertahanan diri yang kuat. Tanpa lupa manusia mungkin tak bisa bergerak hidupnya. Dapat dibayangkan seperti apakah manusia yang tidak dapat melupakan pengalaman-pengalaman buruk dalam setiap hidupnya. Kita mengenal hal itu sebagai trauma.

Tapi kebanyakan orang lupa pada hal-hal yang semestinya tidak dilupakan. Ini mengenai mimpi-mimpi, hasrat, dan visi. Karena terlalu asyik mendengarkan orang lain bukan dirinya sendiri orang lupa terhadap impiannya sendiri. Akhirnya ia bukan menjadi diri sendiri. Ia menjadi seperti apa yang dikehendaki orang lain. Ada buku sederhana berjudul Gerhana Terakhir yang ditulis Peter O’ Connor tentang hal ini.

Nanti Deh

Penyakit ini termasuk penyakit gaul yang merupakan endemik. Korbannya sering-sering menunda. Sang korban sering berpikir bahwa waktunya sedemikian banyak. Sehingga kalau ada waktu lain kenapa juga harus dikerjakan sekarang. Nanti kan bisa. Nanti kan lebih leluasa. Nanti kan bisa lebih sempurna.

Epilog

Virus AL1N1 ini menyerangku sampai sekarang. Aku masih dalam terapi pribadi untuk menghilangkan si virus. Gara-gara dia, blog yang aku bikin lama tak ada tulisan dari dulu cuma awalan saja. Tak nambah-nambah. Seorang teman tiba-tiba seakan menyentilku dan menyadarkan aku akan virus berbahaya ini.
(thx mr. tata for inspiring me to unstop writing)

Categories: Uncategorized
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.